VR dan AR Consumer Sudah Siap Mencapai Masa Makanan Utama?
Teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) makin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Apakah mereka sudah siap menjadi mainstream?
Tahun 2026 sudah menjadi masa dimana teknologi telah berkembang pesat. Di antara kemajuan-kemajuan teknologi yang mempercepat alur kehidupan manusia, Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) merupakan salah satu teknologi yang paling banyak perhatian. Sejak kemunculannya, teknologi ini selalu menggambarkan potensi besar untuk mengubah bagaimana orang berinteraksi dengan produk digital atau fisik. Namun, apakah VR dan AR sudah siap dalam mencapai masa mainstream di tengah masyarakat kita?
Sejarah Singkat VR dan AR
VR pertama kali dikembangkan pada tahun 1962 oleh computer scientist Ivan Sutherland yang menciptakan 'Head-Mounted Display' (HMD) yang merupakan bentuk awal dari VR. Kemudian, pada tahun 1980an, penelitian VR yang paling penting dilakukan oleh peneliti-peneliti seperti Thomas A. Furness yang menciptakan beberapa aplikasi pertama VR.
Pada tahun 2010an, teknologi AR mulai mengalami kemajuan lebih pesat. Dengan kemunculan smartphone berfitur kamera terlebih dahulu, kemudian kemunculan Google Glass pada tahun 2013, dan kemudian kemunculan teknologi AR lainnya seperti Microsoft HoloLens pada tahun 2016. Pada tahun 2019, Apple turut serta dengan memperkenalkan teknologi AR melalui iPhone.
VR, AR, dan Kemajuan teknologi
Salah satu kemajuan teknologi yang cukup signifikan dan dapat meningkatkan kenyamanan penggunaan VR dan AR adalah berkurangnya harganya. Sebelumnya, harga peralatan VR yang sangat mahal membuat teknologi ini kurang populer di kalangan masyarakat. Namun, sekarang harga peralatan VR dan AR sangat terjangkau, di mana harga peralatan VR seperti Oculus Quest dapat dibeli mulai dari Rp2 jutaan.
VR dan AR di Era Sekarang
Berbagai aplikasi VR dan AR saat ini sudah sangat luas digunakan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Mulai dari aplikasi game, hingga aplikasi edukasi, hingga aplikasi industri. Bahkan, banyak perusahaan yang sudah menggunakan VR dan AR untuk mengembangkan produk dan layanan mereka.
Perspektif Masa Depan VR dan AR
Apa yang bisa dinanti-nantikan dari kemajuan VR dan AR di masa depan? Tentu saja akan semakin meningkat dalam kenyamanan penggunaan, harganya semakin terjangkau, dan penggunaan di berbagai bidang kehidupan meningkat.
Prediksi Penggunaan VR dan AR
- Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh MarketsandMarkets, pada tahun 2025 diperkirakan penggunaan VR akan mencapai 50 persen dari total penggunaan perangkat pintar.
- Penggunaan AR juga diharapkan akan meningkat terus, di mana pada tahun 2025 diperkirakan penggunaan AR akan mencapai 75 persen dari total penggunaan perangkat pintar.
Dengan perkiraan tersebut, nampaknya peralatan VR dan AR akan benar-benar menjadi mainstream di masa depan. Apakah hal ini merupakan hal yang positif atau negatif? Hal ini tergantung bagaimana masyarakat kita dapat mengaplikasikan kemajuan teknologi ini. Jika dikelola dengan baik, kemajuan teknologi ini dapat membawa dampak yang positif bagi kehidupan masyarakat.