NIB2510220049215
Software

Mengoptimalkan Produktivitas UKM Indonesia dengan Low-Code dan No-Code

Pasar low-code dan no-code berkembang pesat di Indonesia, membantu UKM meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

28 Juni 2026 3 menit bacaOleh DIGITAL-IT Newsroom
Bagikan: WhatsApp X Facebook
Mengoptimalkan Produktivitas UKM Indonesia dengan Low-Code dan No-Code

Tahun 2026 menjadi tahun yang menarik bagi UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di Indonesia, karena trend low-code dan no-code terus berkembang pesat. Low-code dan no-code memungkinkan pengguna non-teknis menciptakan aplikasi tanpa harus memiliki pengetahuan yang dalam tentang pemrograman. Ini membantu UKM meningkatkan efisiensi dan produktivitas dengan mudah.

Definisi Low-Code dan No-Code

No-code adalah teknologi yang memungkinkan pengguna menciptakan aplikasi tanpa harus menggunakan kode sama sekali. Low-code, di sisi lain, memberikan interface grafis yang mudah digunakan untuk membuat aplikasi dengan minimal kode.

Manfaat Low-Code dan No-Code bagi UKM

  • Meningkatkan produktivitas dengan mempercepat proses pengembangan aplikasi
  • Meningkatkan efisiensi dengan memudahkan integrasi dengan aplikasi lain
  • Mengurangi biaya pengembangan aplikasi

Platform Low-Code dan No-Code yang Populer

Berikut beberapa platform low-code dan no-code yang populer dan dapat digunakan oleh UKM di Indonesia:

  • Microsoft Power Apps
  • Google App Maker
  • Adalo
  • BuildFire

Cara Menggunakan Low-Code dan No-Code

Menggunakan low-code dan no-code relatif mudah. Berikut beberapa langkah yang dapat diikuti:

  1. Pilih platform low-code atau no-code yang sesuai
  2. Buat proyek baru dan pilih template yang sesuai
  3. Mulai membuat aplikasi dengan menggunakan interface grafis
  4. Integrasikan aplikasi dengan aplikasi lain yang sudah ada
Tag:#teknologi#innovasi#UKM#produktivitas
Bagikan: WhatsApp X Facebook