NIB2510220049215
Software

Mengintip Trend Low-Code dan No-Code untuk UKM Indonesia 2026

Trend low-code dan no-code semakin populer di kalangan UKM Indonesia, membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pengembangan aplikasi.

15 Juni 2026 3 menit bacaOleh DIGITAL-IT Newsroom
Bagikan: WhatsApp X Facebook
Mengintip Trend Low-Code dan No-Code untuk UKM Indonesia 2026

Di tengah era digital, UKM (Usaha Kecil Menengah) di Indonesia semakin dipaksa untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pengembangan aplikasi. Salah satu solusi yang sedang naik daun adalah trend low-code dan no-code. Low-code dan no-code adalah metode pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengguna dengan keterampilan non-teknis dapat membuat aplikasi tanpa perlu pengetahuan teknis yang mendalam.

Trend Low-Code dan No-Code di Indonesia

Berdasarkan laporan, tren low-code dan no-code di Indonesia meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya UKM yang menggunakan platform low-code dan no-code untuk membuat aplikasi. Beberapa platform populer di Indonesia termasuk Airtable, Adalo, dan Appy Pie.

Kelebihan Low-Code dan No-Code

  • Meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pengembangan aplikasi.
  • Mengurangi biaya pengembangan aplikasi.
  • Memungkinkan pengguna dengan keterampilan non-teknis untuk membuat aplikasi.

Cara Menggunakan Low-Code dan No-Code

Untuk menggunakan low-code dan no-code, UKM harus memilih platform yang tepat dan memahami bagaimana cara menggunakan fitur-fitur yang tersedia. Berikut beberapa langkah yang dapat diikuti:

  1. Pilih platform low-code atau no-code yang sesuai dengan kebutuhan.
  2. buat akun dan daftar ke platform.
  3. Gunakan fitur-fitur yang tersedia untuk membuat aplikasi.
  4. Uji coba dan testing aplikasi sebelum memasarkannya.

Dengan menggunakan low-code dan no-code, UKM Indonesia dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pengembangan aplikasi, serta mengurangi biaya pengembangan aplikasi.

Penutup

Trend low-code dan no-code di Indonesia semakin populer dan dapat membantu UKM dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pengembangan aplikasi. Oleh karena itu, UKM Indonesia harus memahami bagaimana cara menggunakan low-code dan no-code untuk meningkatkan bisnis mereka.

Tag:#low-code#no-code#UKM Indonesia#pengembangan aplikasi
Bagikan: WhatsApp X Facebook