NIB2510220049215
Software

Mengenal Trend Low-Code dan No-Code untuk UKM Indonesia

Trend low-code dan no-code semakin populer di kalangan UKM Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

27 Juli 2026 3 menit bacaOleh DIGITAL-IT Newsroom
Bagikan: WhatsApp X Facebook
Mengenal Trend Low-Code dan No-Code untuk UKM Indonesia

Trend Low-Code dan No-Code untuk UKM Indonesia

Tahun 2026 telah membawa banyak perubahan dalam dunia teknologi, terutama dalam hal pengembangan aplikasi. Dua konsep yang semakin populer yaitu low-code dan no-code telah membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan kecil dan menengah (UKM) di Indonesia.

Apakah Low-Code dan No-Code?

Low-code dan no-code adalah dua konsep yang terkait dengan pengembangan aplikasi tanpa perlu pengetahuan yang mendalam tentang programming. Low-code memungkinkan pengguna untuk membuat aplikasi dengan menggunakan antarmuka visual yang sederhana, sedangkan no-code memungkinkan pengguna untuk membuat aplikasi tanpa perlu pengetahuan tentang programming sama sekali.

Manfaat Low-Code dan No-Code untuk UKM Indonesia

  • Meningkatkan efisiensi waktu dalam pengembangan aplikasi
  • Mengurangi biaya pengembangan aplikasi
  • Meningkatkan produktivitas tim
  • Memungkinkan pengguna non-teknis untuk membuat aplikasi

Perusahaan yang Menggunakan Low-Code dan No-Code

Beberapa perusahaan ternama telah menggunakan low-code dan no-code untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Misalnya, perusahaan seperti Zoho dan Microsoft telah mengembangkan platform low-code dan no-code yang dapat digunakan oleh pengguna.

Cara Menggunakan Low-Code dan No-Code untuk UKM Indonesia

Untuk menggunakan low-code dan no-code, UKM Indonesia dapat memulai dengan mengidentifikasi kebutuhan mereka dan memilih platform yang tepat. Kemudian, mereka dapat membuat aplikasi menggunakan antarmuka visual yang sederhana atau tanpa perlu pengetahuan tentang programming.

Dengan menggunakan low-code dan no-code, UKM Indonesia dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta mengurangi biaya pengembangan aplikasi. Oleh karena itu, trend low-code dan no-code semakin populer di kalangan UKM Indonesia.

Tag:#tech#software#ukm#pengembangan aplikasi
Bagikan: WhatsApp X Facebook