NIB2510220049215
Software

Mengenal Trend Low-Code dan No-Code bagi UKM di Indonesia

Bisnis UKM Indonesia kini dapat meningkatkan efisiensi dengan menggunakan teknologi low-code dan no-code. Perangkat lunak ini memungkinkan pengguna untuk membuat aplikasi tanpa harus memahami coding.

14 Agustus 2026 3 menit bacaOleh DIGITAL-IT Newsroom
Bagikan: WhatsApp X Facebook
Mengenal Trend Low-Code dan No-Code bagi UKM di Indonesia

Trening Low-Code dan No-Code bagi UKM Indonesia

Pada tahun 2026, tren teknologi low-code dan no-code terus berkembang pesat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Perangkat lunak ini memberi kemudahan bagi pengguna untuk membuat aplikasi tanpa harus memiliki pengetahuan coding. Dalam konteks UKM (Usaha Kecil Menengah), tren ini dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Definisi Low-Code dan No-Code

Low-code adalah metode pengembangan perangkat lunak yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi dengan menggunakan antarmuka drag-and-drop dan konfigurasi, tanpa harus menulis kode. Sedangkan no-code adalah pendekatan yang lebih jauh, di mana pengguna dapat membuat aplikasi tanpa perlu menulis kode sama sekali.

Manfaat Low-Code dan No-Code bagi UKM

Manfaat menggunakan low-code dan no-code bagi UKM di Indonesia sangat banyak. Beberapa di antaranya adalah:

  • Meningkatkan efisiensi waktu dan biaya
  • Menghemat sumber daya
  • Meningkatkan produktivitas
  • Membantu pengguna tanpa pengetahuan coding untuk membuat aplikasi

Beberapa Contoh Low-Code dan No-Code

Beberapa contoh perangkat lunak low-code dan no-code yang populer di Indonesia adalah:

  • Power Apps dari Microsoft
  • Google App Maker
  • Nintex

Kesimpulan

Tren low-code dan no-code bagi UKM di Indonesia dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan menggunakan perangkat lunak low-code dan no-code, bisnis UKM dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam membuat aplikasi tanpa harus memiliki pengetahuan coding.

Tag:#teknologi#perangkat lunak#UKM
Bagikan: WhatsApp X Facebook